Unggul Dalam Sektor Pertanian, Pemerintah Tabanan Siapkan Langkah Strategis -->

Advertisement

Unggul Dalam Sektor Pertanian, Pemerintah Tabanan Siapkan Langkah Strategis

GHSNews.id
Selasa, 17 Agustus 2021


GHS NEWS ■  Ditengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat di beberapa sektor mengalami penurunan ekonomi. Misal pekerja yang bergerak di sektor pariwisata, dimana sebagian besar dari mereka terkena imbas penurunan ekonomi akibat tidak adanya wisatawan, sehingga sumber penghasilannya pun menurun atau bahkan hilang.

Untuk mensiasati hal tersebut, Bupati Tabanan, I Gede Komang Sanjaya siapkan langkah strategis yakni meningkatkan perekonomian di sektor pertanian. Hal ini karena dirinya yakin jika Pertanian di Kabupaten Tabanan masih unggul.

"Saat pandemi ini anak-anak muda dulu yang bergerak di sektor pariwisata berbalik bergerak menjadi petani produktif, sehingga sektor pertanian ke depan sangat menjanjikan di saat pandemi ini," Tandas Bupati Sanjaya, pada Senin (16/8/2021). 

Masyarakat Tabanan akan diarahkan untuk menjadi petani dan ikut mengolah lahan sawah yang masih potensial. Selain itu Pemerintah juga membuat larangan alih fungsi lahan pertanian untuk menjamin keberlanjutan hasil produksi pertanian Kabupaten Tabanan. 

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya juga akan menversifikasi tanaman pangan. Sebagai lumbung pangan penghasil beras terbesar di Bali, Tabanan akan mulai mengembangkan komoditas-komoditas pertanian bernilai ekonomis tinggi. Tabanan juga akan membuat program bangga menjadi petani.

"Bagaimana pun situasinya, sektor pertanian tetap menjadi unggulan produksi Kabupaten Tabanan. Dan untuk menjaga dan melestarikan sektor pertanian Pemerintah sudah membuat regulasi bagaimana menjaga stabilitas harga pertanian sehingga saat panen petani tidak di permainkan oleh candak kulak, " Ungkapnya. 

Untuk diketahui, dilihat dari kontribusi lapangan usaha, Produksi Domestik Regional Bruto Kabupaten Tabanan didominasi oleh sektor pertanian sebesar 23,03 persen dan pariwisata sebesar 17,16 persen. Kedua sektor tersebut mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu, masing-masing sebesar minus 1,20 persen dan minus 24,84 persen.

Selain itu, Bupati Tabanan juga akan fokus pada kebijakan pengendalian harga yani dengan menerapkan strategi 7K diantaranya; KEKAR (Ketersediaan Komoditi Pasar), KATA HATI (Kestabilan Harga Komoditi), KECAPRI (Kelancaran Distribusi), KOMET (Komunikasi Efektif), KLASTER (Kolaborasi Sinergitas dan Terintegrasi), KUDATULI (Keakuratan Data Hulu dan Hilir), dan KITAB (Keunggulan Inovasi Tabanan Era Baru). (Ami)