Ganjil-Genap BBM Subsidi Berlaku, Antrean Masih Panjang, Warga Pertanyakan Efektivitasnya

 


SOPPENG — Penerapan aturan ganjil-genap dalam pembelian BBM bersubsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Soppeng masih menjadi perhatian. Meski aturan tersebut telah diberlakukan, antrean kendaraan di SPBU masih terlihat panjang.

Kondisi itu membuat sebagian warga mempertanyakan sejauh mana kebijakan ganjil-genap mampu mengurangi kepadatan antrean maupun mencegah pengisian BBM secara berulang.

Seorang warga yang ditemui di sekitar SPBU mengatakan, aturan ganjil-genap sudah diterapkan, namun antrean kendaraan masih terjadi.

“Aturannya sudah berjalan, tetapi kita masih melihat antrean panjang. Kami ingin tahu apakah memang jumlah kendaraan sudah berkurang atau belum. Kalau memang efektif, seharusnya ada data yang bisa menunjukkan perbedaannya,” ujar warga tersebut.

Menurut warga, masyarakat pada dasarnya dapat memahami adanya pembatasan pembelian BBM bersubsidi. Namun, penerapan aturan di lapangan diharapkan tidak menimbulkan kebingungan, terutama bagi kendaraan yang melakukan perjalanan dari satu daerah ke daerah lain.

“Yang penting aturannya jelas dan diterapkan sama untuk semua. Kalau ada pengecualian atau ketentuan khusus, masyarakat juga perlu diberi penjelasan,” katanya. Sabtu 19/9/26

Di lapangan, penerapan aturan memang membatasi kendaraan berdasarkan nomor polisi sesuai ketentuan hari ganjil dan genap. Namun, berkurangnya antrean atau jumlah kendaraan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan pengamatan sesaat.

Hingga kini, diperlukan data yang dapat membandingkan kondisi sebelum dan setelah aturan diberlakukan, seperti jumlah kendaraan yang melakukan pengisian, volume BBM bersubsidi yang disalurkan, jumlah kendaraan yang ditolak, serta durasi antrean di SPBU.

Tanpa data tersebut, efektivitas kebijakan belum dapat diukur secara objektif. Antrean yang masih panjang juga menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap pelaksanaan kebijakan di lapangan.

Karena itu, Pertamina bersama pemerintah daerah dan pihak terkait perlu melakukan evaluasi secara terbuka. Evaluasi tersebut penting untuk mengetahui apakah kebijakan benar-benar mengurangi antrean dan pengisian berulang atau hanya mengatur waktu kendaraan melakukan pengisian.

Masyarakat juga membutuhkan informasi yang jelas mengenai mekanisme penerapan ganjil-genap, termasuk bagi kendaraan yang melakukan perjalanan lintas daerah serta kendaraan yang memiliki kebutuhan pelayanan khusus.

Keberhasilan kebijakan ganjil-genap pada akhirnya tidak hanya dilihat dari diberlakukannya aturan, tetapi dari data dan perubahan nyata yang terjadi di lapangan.

REDAKSI)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar
.