“Sensus Ekonomi Dipertanyakan: Petugas Paham Pendataan atau Asal Tulis?”

 

Foto yang Di Ilustrasikan Redaksi

SOPPENG — Akurasi pendataan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi kembali menjadi perhatian. Seorang warga  kecamatan Marioriwawo Soppeng Sulawesi Swlatan menyampaikan pengalaman langsung kepada tim media ketika petugas melakukan pendataan di kediamannya.

Warga tersebut mengaku harus membantah klasifikasi yang hendak diberikan petugas karena usaha yang dijalankan di rumah bukanlah usaha industri sebagaimana yang akan dicatat dalam pendataan.

Menurut keterangannya, usaha tersebut dijalankan oleh istrinya dengan membuat menu makanan di rumah untuk kemudian dijual kepada konsumen. Namun, saat proses pendataan berlangsung, usaha tersebut disebut hendak dimasukkan dalam kategori industri.

“Saya bantah karena usaha yang dilakukan istri saya hanya membuat menu makanan di rumah kemudian dijual. Kenapa mau dimasukkan sebagai usaha industri?” ungkap warga tersebut kepada tim media. Sabtu 5/9/26


Usaha Indusri sepengetahuan  saya adalah usaha yang besar dan ada karyawan serta terdaftar , tuturnya warga tersebut

Pengalaman itu kemudian memunculkan pertanyaan lebih luas mengenai akurasi pendataan ekonomi di lapangan.

Jika seorang warga yang memahami kondisi usahanya sendiri saja menemukan adanya klasifikasi yang dinilai tidak sesuai, bagaimana dengan pelaku usaha lain yang tidak mengetahui atau tidak sempat mempertanyakan data yang dicatat petugas?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena data hasil pendataan seharusnya menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara faktual, bukan sekadar memenuhi proses administrasi.

Warga tersebut tidak menuding adanya kesengajaan dari petugas. Namun, pengalaman yang dialaminya menjadi alasan untuk mempertanyakan apakah seluruh data yang dikumpulkan di lapangan telah melalui proses verifikasi yang memadai.

“Kalau saya sendiri mengalami seperti ini, kita tidak bisa memastikan bagaimana dengan data usaha masyarakat lainnya di luar sana. Bisa saja ada yang tidak sesuai dengan kenyataan, tetapi warga tidak tahu atau tidak membantah,” ujarnya.

Karena itu, pihak penyelenggara Sensus Ekonomi diharapkan dapat memastikan setiap data yang dikumpulkan benar-benar sesuai dengan kondisi usaha masyarakat serta menyediakan ruang koreksi apabila ditemukan kesalahan klasifikasi.

Satu pengalaman warga memang belum cukup untuk menyimpulkan adanya kesalahan pendataan secara luas. Namun, pengalaman tersebut layak menjadi bahan evaluasi agar data ekonomi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Tim media masih membuka ruang bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme klasifikasi dan verifikasi data usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi.

REDAKSI)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar
.