Semarak HUT RI ke-81, Kemenag Soppeng Gaungkan Ekoteologi Lewat MTQ dan Lomba Kebersihan
![]() |
| Foto bersama di Aula Baytul Qurani, Labessi |
SOPPENG — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 di Kabupaten Soppeng tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Rabu 12 Agustus 2026
![]() |
| Foto //Aufa Nazla Hasanuddin |
Rangkaian kegiatan yang dirangkaikan dengan Peaceful Muharam 1448 Hijriah itu diisi dengan lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) serta lomba kebersihan yang menyasar Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah dan rumah ibadah di Kabupaten Soppeng.
Kegiatan MTQ dipusatkan di dua lokasi. Untuk peserta tingkat RA/MI se-Kabupaten Soppeng, lomba dilaksanakan di Baytul Qurani, Labessi, dengan cabang tartil Al-Qur’an.
Peserta membawakan Surah Al-Fatihah dan surah-surah pendek. Selain menjadi ajang mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
Salah satu peserta yang mengikuti lomba tersebut berasal dari RA Al-Munawwara Al-Gazali Labessi, yakni Aufa Nazla Hasan.
Sementara itu, lomba MTQ tingkat MTs/MA dipusatkan di Masjid Al-Munawwarah, Labessi, dengan cabang tilawah Al-Qur’an.
Namun, semarak kegiatan tidak berhenti pada lomba keagamaan. Kemenag Soppeng juga menggelar penilaian kebersihan KUA, madrasah dan rumah ibadah.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan semangat kemerdekaan dengan nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Kebersihan tidak ditempatkan sekadar sebagai perlombaan, tetapi didorong menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Panitia sekaligus Kasi Bimas Islam Kemenag Soppeng, Dr. Muhammad Yunus, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Kementerian Agama, khususnya dalam mendorong ekoteologi dan layanan keagamaan agar benar-benar memberikan dampak di tengah masyarakat.
“Tujuan program ini adalah bagaimana seluruh stakeholder yang berada di bawah Kementerian Agama mampu mengimplementasikan program ini secara benar-benar berdampak di tengah masyarakat,” jelas Muhammad Yunus.
Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari terlaksananya kegiatan. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai yang dibawa dalam program tersebut dapat diterjemahkan dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
“Program ekologi dan layanan keagamaan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam realitas empirik di tengah masyarakat,” ujarnya.
Penilaian Dibagi Dua Tahap
Dalam pelaksanaannya, penilaian kebersihan dibagi ke dalam dua wilayah.
Tahap pertama mencakup Kecamatan Lalabata, Donri-Donri, Marioriwawo dan Ganra. Selanjutnya, tahap kedua mencakup Kecamatan Lilirilau, Citta, Liliriaja dan Marioriawa.
Untuk kegiatan kali ini, tim penilai melakukan penilaian yang dipusatkan di Yayasan Assalam dan Masjid Al-Munawar, dengan menyasar sejumlah rumah ibadah berdasarkan kategori yang telah ditentukan.
Muhammad Yunus menjelaskan, tim tidak hanya menilai kebersihan masjid, tetapi juga melakukan penilaian terhadap rumah ibadah lainnya.
“Tim bergerak untuk melakukan penilaian di dua masjid besar, yaitu masjid jami' dan masjid tingkat kecamatan, serta melakukan penilaian terhadap gereja yang ada di wilayah Kecamatan Liliriaja dan gereja di Marioriwawo,” terangnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pengelola rumah ibadah dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Lebih jauh, konsep ekoteologi yang diusung Kemenag menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari nilai keagamaan. Rumah ibadah diharapkan bukan hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi contoh dalam menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
Dengan demikian, pesan yang ingin dibangun Kemenag Soppeng bukan sekadar siapa yang menjadi juara lomba kebersihan, tetapi bagaimana kebiasaan menjaga lingkungan dapat terus hidup setelah perlombaan berakhir.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkokoh semangat kebangsaan serta membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan dan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Kemenag Soppeng berharap semangat tersebut tidak berhenti ketika rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Muharam 1448 H selesai, tetapi terus menjadi budaya di lingkungan KUA, madrasah dan rumah ibadah di Kabupaten Soppeng.
Redaksi)




