BREAKING NEWS

Industri Rokok Bertahan Lama Meski Bahaya Kesehatan Terungkap, Ini Sejarah dan Faktanya

Industri rokok dunia tercatat mampu bertahan dan bahkan berkembang pesat selama puluhan tahun sebelum bahaya kesehatannya diakui secara luas. Sejumlah faktor sejarah, ekonomi, dan strategi pemasaran disebut menjadi penyebab kuatnya industri ini.

Awalnya Dianggap Aman dan Bermanfaat

Pada abad ke-16 hingga awal abad ke-20, tembakau di Eropa dan Amerika Serikat bahkan sempat dipromosikan sebagai tanaman obat. Iklan rokok pada awal 1900-an kerap menampilkan figur dokter untuk meyakinkan masyarakat bahwa produk tersebut aman dikonsumsi.

Namun, bukti ilmiah kuat baru muncul pada 1950-an melalui penelitian epidemiologi di Inggris yang mengaitkan rokok dengan kanker paru.

Pernyataan Resmi Bahaya Rokok

Titik balik besar terjadi pada 1964 ketika U.S. Surgeon General merilis laporan resmi yang menyatakan bahwa merokok menyebabkan kanker paru dan berbagai penyakit serius lainnya. Laporan tersebut menjadi dasar kebijakan pengendalian tembakau di berbagai negara.

Selanjutnya, World Health Organization (WHO) menetapkan rokok sebagai salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah di dunia dan membentuk perjanjian internasional pengendalian tembakau melalui WHO Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).

Faktor Ekonomi dan Strategi Industri

Meski bukti medis semakin kuat, industri rokok tetap bertahan karena beberapa faktor:

Kontribusi Pajak dan Lapangan Kerja

Banyak negara memperoleh pemasukan signifikan dari cukai tembakau.

Strategi Pemasaran Agresif

Perusahaan besar seperti Philip Morris International melakukan ekspansi global dengan kampanye pemasaran masif sebelum regulasi diperketat.

Sifat Adiktif Nikotin

Kandungan nikotin membuat konsumen sulit berhenti, sehingga permintaan pasar tetap stabil.

Kondisi di Indonesia

Di Indonesia, industri rokok—khususnya kretek—berkembang sejak akhir abad ke-19 dan menjadi bagian dari sejarah ekonomi nasional. Regulasi peringatan kesehatan bergambar mulai diterapkan secara luas pada 2014, namun industri ini tetap menjadi salah satu penyumbang cukai terbesar negara.

Kesimpulan

Sejarah menunjukkan bahwa industri rokok bertahan bukan semata karena mengabaikan risiko kesehatan, tetapi juga karena kombinasi faktor ekonomi, lemahnya bukti ilmiah di masa awal, serta strategi pemasaran yang kuat. Setelah bukti medis tak terbantahkan, regulasi global pun diperketat, meski perdebatan antara aspek kesehatan dan ekonomi masih berlangsung hingga kini.

Sumber Rujukan:

Laporan 1964 U.S. Surgeon General tentang Smoking and Health.

Data dan laporan pengendalian tembakau dari World Health Organization.

Dokumen WHO Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).

Sejarah industri tembakau global dan publikasi akademik epidemiologi kanker paru (1950-an).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar
.