'/> "36 Tahun Mengabdi, TPA Baiturrahman Khatamkan Delapan Santri dan Siap Bertransformasi Jadi Yayasan". - GHSNEWS.ID – Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran <amp-auto-ads data-ad-client='ca-pub-9401903001071779' type='adsense'> </amp-auto-ads>
🔵 Berita Hari Ini

"36 Tahun Mengabdi, TPA Baiturrahman Khatamkan Delapan Santri dan Siap Bertransformasi Jadi Yayasan".

 

Foto Ketua Panitia sekaligus Ketua TPA Baiturrahman, Herda Hamid Menyampaikan Laporan Kegiatan 

SOPPENG — Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Baiturrahman menggelar kegiatan Khatamul Qur'an sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan para santri menyelesaikan pembelajaran Al-Qur'an. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta orang tua dan wali santri.

Ketua Panitia sekaligus Ketua TPA Baiturrahman, Herda Hamid, menyampaikan bahwa TPA Baiturrahman telah berdiri sejak 2 Januari 1990 dan hingga kini terus aktif memberikan pendidikan keagamaan kepada anak-anak di wilayah tersebut.

Menurutnya, selama lebih dari 36 tahun berkiprah, TPA Baiturrahman telah meluluskan ratusan santri. Dalam perjalanannya, kegiatan belajar mengajar sempat berpindah-pindah lokasi, terutama saat pembangunan Masjid Baiturrahman berlangsung. Namun berkat dukungan berbagai pihak, proses pendidikan tetap berjalan dengan baik.


"Pada masa itu, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di kediaman  Hj. Kasaming dan iparnya, Dra. Nurhayati. Dukungan keduanya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan santri hingga akhirnya pada 20 Juli 2022 TPA Baiturrahman kembali beraktivitas di lingkungan Masjid Baiturrahman," ujarnya.

Saat ini, jumlah santri TPA Baiturrahman tercatat sebanyak 83 orang yang terdiri dari 36 santri laki-laki dan 47 santri perempuan dengan bimbingan empat orang guru.


Untuk menunjang efektivitas pembelajaran, para santri dibagi ke dalam tiga ruang belajar. Satu ruangan berada di dalam masjid dan diperuntukkan bagi santri yang telah memasuki pembelajaran tingkat juz Al-Qur'an, sementara dua ruangan lainnya memanfaatkan area rest area.

Proses pembelajaran juga dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama diperuntukkan bagi santri laki-laki mulai pukul 14.00 WITA hingga waktu Ashar, sedangkan sesi kedua diikuti santri perempuan setelah Ashar hingga pukul 17.00 WITA.

TPA Baiturrahman juga menerima santri usia dini dengan batas minimal empat tahun. Kelas khusus usia TK yang dirintis sejak April lalu kini telah memiliki 10 santri. Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, kelas tersebut digabung dengan sebagian siswa kelas 1 SD pada sesi ba'da Ashar dengan total 15 santri.

Dalam proses pendidikan, TPA Baiturrahman menetapkan sejumlah target pembelajaran, di antaranya khatam Al-Qur'an dengan tartil dan tajwid yang baik, hafalan Juz 30 (Juz Amma), hafalan bacaan salat dan doa-doa pilihan, hafalan ayat dan hadis pilihan, kemampuan membaca huruf latin bagi santri yang belum lancar membaca, serta pembinaan adab dan akhlakul karimah sebagai prioritas utama.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Prestasi terbaru yang diraih santri TPA Baiturrahman sejak kembali aktif di masjid adalah Juara Harapan 2 dan Juara Harapan 3 pada cabang lomba Tartil tingkat Kabupaten Soppeng. Salah satu peraih prestasi tersebut juga merupakan peserta Khatamul Qur'an tahun ini.

Pada pelaksanaan Khatamul Qur'an kali ini, sebanyak delapan santri mengikuti prosesi khatam, terdiri dari tiga santri laki-laki dan lima santri perempuan. Mereka merupakan santri yang telah menempuh proses belajar secara konsisten sejak kelas 1 hingga kelas 3 SD dan berhasil menyelesaikan pembelajaran Al-Qur'an dengan baik.

Herda Hamid menjelaskan bahwa pelaksanaan Khatamul Qur'an tahun ini diselenggarakan secara mandiri oleh pengurus TPA. Biasanya, ujian dan wisuda santri dilaksanakan secara kolektif melalui LP2A (Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam). Namun karena jadwal kelulusan santri tidak bertepatan dengan agenda LP2A, pengurus berinisiatif melaksanakan kegiatan tersebut secara mandiri.


Selain sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi, apresiasi, dan motivasi bagi para santri agar terus mencintai, memahami, menghafal, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Marioriwawo, Kapolsek Marioriwawo, Danramil 1423-05 Marioriwawo, Kepala KUA Marioriwawo, Lurah Tettikenrarae, pengurus Masjid Baiturrahman, pengurus BKMT, pengurus majelis taklim, kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat pemerintah setempat, serta orang tua dan wali santri.

Panitia berharap kegiatan Khatamul Qur'an ini dapat menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar dan mengamalkan Al-Qur'an, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mengikuti jejak para peserta khatam yang telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik.

Selain melanjutkan pembinaan dan peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur'an, pengurus TPA Baiturrahman juga tengah menyiapkan langkah pengembangan kelembagaan. Ke depan, TPA Baiturrahman direncanakan akan bertransformasi menjadi sebuah yayasan agar memiliki legalitas yang lebih kuat dan ruang gerak yang lebih luas dalam mengembangkan program pendidikan, pembinaan generasi Qurani, serta kegiatan sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Ketua TPA Baiturrahman, Herda Hamid, berharap perubahan status tersebut dapat menjadi pondasi yang lebih kokoh bagi keberlangsungan lembaga, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung kemajuan pendidikan keagamaan bagi anak-anak dan generasi muda di wilayah tersebut.

Sumber  Herda  Hamid Ketua TPA 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar
.