Jalan Provinsi di Takalala–Labessi Disorot, Warga Pertanyakan Pengecoran Bahu Jalan dan Rencana Pengaspalan
SOPPENG- Pekerjaan jalan provinsi Sulawesi Selatan di wilayah Takalala dan Labessi, Kabupaten Soppeng, menjadi sorotan warga setempat. Di tengah harapan masyarakat agar kondisi jalan semakin baik, muncul pertanyaan mengenai metode pengerjaan yang terlihat di lokasi.
Warga mempertanyakan apakah pekerjaan tersebut hanya berupa penggalian dan pengecoran beton pada bahu jalan sebelah kiri dan kanan, atau masih akan dilanjutkan dengan tahapan pengaspalan maupun penanganan badan jalan lainnya.
“Apakah pekerjaan jalan raya di Takalala dan Labessi hanya menggali bahu jalan sebelah kiri dan kanan, lalu dicor beton saja?” ujar seorang warga kepada media.
Pertanyaan tersebut muncul karena masyarakat berharap pekerjaan infrastruktur jalan provinsi tidak hanya memperbaiki bagian tepi jalan, tetapi juga menghasilkan kondisi jalan yang baik, aman, dan nyaman bagi pengguna jalan.
Warga juga mempertanyakan bagaimana penyelesaian bagian sisi jalan setelah pengecoran beton dilakukan, termasuk apakah material di sekitarnya akan diratakan dan dipadatkan kembali sesuai kebutuhan teknis.
“Setelah dicor beton, apakah tidak dibenahi kembali dengan meratakan material di sekitarnya?” tuturnya.
Selain metode pengerjaan, warga turut memperhatikan penggunaan alat berat di lokasi. Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada media, terlihat satu unit ekskavator untuk penggalian serta alat berat lainnya yang digunakan dalam pekerjaan pemadatan atau perataan material.
Menunggu Penjelasan Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan tersebut disebut dikerjakan oleh PT Nindya Karya. Namun, hingga berita ini disusun, media belum memperoleh penjelasan resmi mengenai nama paket pekerjaan, nilai kontrak, sumber anggaran, spesifikasi teknis, serta tahapan pekerjaan yang direncanakan hingga selesai.
Hal yang menjadi pertanyaan utama masyarakat ialah apakah pekerjaan tersebut memang difokuskan pada pembangunan atau perbaikan bahu jalan menggunakan beton, atau termasuk pekerjaan lain pada badan jalan yang akan dilaksanakan secara bertahap.
Perlu diketahui, pengecoran beton pada bahu jalan tidak serta-merta berarti badan jalan harus diaspal dalam paket pekerjaan yang sama. Hal tersebut bergantung pada desain teknis, lingkup kontrak, dan jenis penanganan jalan yang direncanakan.
Karena itu, penjelasan dari pihak pelaksana, konsultan pengawas, serta instansi pemerintah provinsi yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut diperlukan agar masyarakat mengetahui tujuan dan tahapan pekerjaan secara utuh.
Masyarakat Berharap Hasil Pekerjaan Berkualitas
Bagi pengguna jalan, kualitas hasil pekerjaan menjadi hal penting. Penanganan bahu jalan dan badan jalan perlu memperhatikan kesesuaian elevasi,
pemadatan material, sistem drainase, serta keselamatan pengguna jalan sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku.
Masyarakat berharap pekerjaan di jalur Takalala–Labessi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang dan tidak menimbulkan persoalan baru setelah pekerjaan dinyatakan selesai.
Media ini akan berupaya memperoleh klarifikasi dari PT Nindya Karya maupun instansi terkait mengenai lingkup dan tahapan pekerjaan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pertanyaan warga masih menunggu penjelasan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pelaksana maupun instansi terkait demi pemberitaan yang akurat, tajam, dan berimbang.
Redaksi
