“Jabatan dan Harta Tak Akan Menolong Saat Kematian Datang”
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap disibukkan dengan berbagai urusan duniawi seperti pekerjaan, jabatan, hingga mengejar harta. Kesibukan tersebut sering kali membuat sebagian orang lupa bahwa kehidupan tidak hanya tentang dunia, tetapi juga persiapan menuju akhirat.
Sejumlah tokoh agama mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Dunia memang menjadi tempat manusia berikhtiar, bekerja, dan memenuhi kebutuhan hidup. Namun seluruh pencapaian seperti jabatan dan kekayaan sejatinya bersifat sementara.
Sementara itu, kehidupan akhirat diyakini sebagai tempat pertanggungjawaban atas seluruh amal perbuatan manusia selama hidup. Bukan harta maupun jabatan yang dibawa, melainkan amal kebaikan, ibadah, serta pahala yang menjadi bekal utama.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak terlena dengan urusan dunia semata. Menjalani kehidupan yang seimbang antara bekerja, beribadah, dan berbuat kebaikan dinilai menjadi langkah penting agar kehidupan dunia tetap berjalan baik tanpa melupakan persiapan untuk akhirat.



