Kompak, Warga Desa Timbangreja Tolak Pembangunan Tower Di Tegal -->

Advertisement

Kompak, Warga Desa Timbangreja Tolak Pembangunan Tower Di Tegal

GHSNews.id
Selasa, 21 September 2021


GHS NEWS ■ Warga Desa Timbangreja, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal menolak keras adanya pembangunan tower yang ada di lingkungan Rt. 02 Rw. 04 Desa Timbangreja Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal.

Pernyataan penolakan tersebut disampaikan dengan tegas oleh kuasa hukum warga setempat MC Wildanil, SH dan Harnawan, SH kepada awak media, pada Senin (20/9/2021).

Menurut kuasa hukum, surat pernyataan penolakan warga tersebut sudah di layangkan beberapa minggu lalu kepada Bupati Tegal, Dinas Perijinan dan DPRD Kabupaten Tegal. "Namun tetap saja pembangunan tower di Desa Timbangreja tetap berjalan," tuturnya.

Menurutnya, "Kami sebagai warga terdampak bisa saja menghentikan paksa, namun kami berusaha mengutamakan kondusifitas dan kenyamanan lingkungan desa. Kami sangat menyayangkan, selama dalam waktu sepekan belum ada tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Tegal," tegasnya.

"Bahwa penolakan warga ini salah satunya di karenakan dengan adanya pembangunan tower tersebut, gelombang elektromagnetik yang di hasilkan sangat memiliki dampak negative," sebut Kuasa Hukum.

Sementara Koordinator Lapangan yang juga sebagai perwakilan dari warga Desa Timbangreja, M. Amin mengamini tentang dampak negatif yang ditimbulkan tower yang memancarkan gelombang radiasi elektomagnetik

Kepada awak media, Amin juga menuturkan tidak pernah adanya sosialisasi dari Pemerintah Desa atas rencana pembangunan tower sebagaimana tersebut diatas;
Pemerintah Desa Timbangreja, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal memberikan uang sebesar Rp. 750.000,00 (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) kepada warga sekitar tempat dimana tower akan dibangun, tanpa adanya sosialisasi peruntukkan uang sejumlah tersebut diatas, yang belakangan patut diketahui bahwa uang tersebut telah diclaim oleh para pihak yang berkepentingan, seolah-olah uang tersebut adalah sebagai bentuk uang kompensasi bagi warga terdampak rencana pembangunan tower.

Dalam hal ini, lanjutnya, setelah masyarakat mengetahui maksud dari pemberian uang yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Timbangreja, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal tersebut diatas, membuat warga merasa keberatan, bila nantinya masyarakat menanggung kemungkinan dampak negative dari gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan dari tower yang nantinya akan dibangun.

Amin menambahkan, bahwa dijelaskan pada Pasal 11 ayat (2) Peraturan Bersama Menteri disebutkan salah satu persyaratan administratif harus mendapat persetujuan dari warga sekitar dalam radius sesuai dengan ketinggian menara, juga termasuk dalam hal menggunakan genset sebagai catu daya dipersyaratkan izin gangguan dan izin genset.

Atas surat penolakan warga Desa Timbangreja terhadap pembangunan tower yang sampai dengan hari ini belum diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal, maka kami akan menyampaikan surat tersebut pada hari Selasa, 21 September 2021 kepada Pemerintah Desa Timbangreja secara langsung.

Penolakan pembangunan tower akan didampingi oleh Pemuda Desa Timbangreja yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Timbangreja (FORKOMPETIM),

"Jika tak ada halangan, besok sekitar ratusan warga akan menyampaikan penolakan secara tertulis terhadap Pemerintah Desa dengan harapan pembangunan tower dihentikan, dan  sebagai wujud penghormatan dan penghargaan atas hak-hak warga negara yang dilindungi oleh undang-undang," tegas Amin. (Roni)