Brebes Masuk PPKM Level 4, Bupati Sebut Ada Keterlambatan Input Data -->

Advertisement

Brebes Masuk PPKM Level 4, Bupati Sebut Ada Keterlambatan Input Data

GHSNews.id
Rabu, 15 September 2021


GHS NEWS ■ Kabupaten Brebes menjadi salah satu dari tiga daerah di Jawa-Bali yang masih harus menerapkan PPKM Level 4. Hal itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, pada Selasa (14/9/2021). (https://jatengprov.go.id)

Kabupaten Brebes merupakan satu satunya daerah bersetatus level 4 di Jawa Tengah, artinya pemberlakuan PPKM di Kabupaten Brebes kembali naik statusnya.

Menyikapi kenaikan level PPKM, Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH menegaskan ada keterlambatan input data. 

“ Dalam input data laporan covid 19 telah terjadi akumulasi jumlah akibat keterlambatan (Delay), yang dimasukan bulan September yaitu data dari bulan Juni, Juli hingga Agustus, data bulan tersebut masuk di bulan September,“ Ujar Idza, pada Selasa (14/9/2021) seperti dikutip Harian Brebes.com 

Lanjut Idza, Keterlambatan entri data diakibatkan petugas rumah sakit tidak melaporkan secara berkala tiap hari, sehingga jumlah yang dilaporkan tidak sesuai dengan kondisi real dilapangan,” tukasnya.

Idza menjelaskan, menurut data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah, kasus data covid mencapai 152 pasien, padahal data realnya selama sepekan terakhir hanya ada 45 kasus terkonfirmasi, sementara data angka kematian dari Dinas Kesehatan Jawa tengah tercatat 90 pasien, realnya dalam sepekan terakhir angka kematian di brebes hanya 4 kematian.

“Banyak data yang semestinya telah di input namun terlambat, mungkin mereka kewalahan,” ujarnya.

Sementara Direktur RSUD Brebes, dr Rasipin mengakui ada keterlambatan data, hal itu diakui pada bulan Juli lalu banyak petugas admistrasi terkonfirmasi positif covid dan sempat menjalani isolasi mandiri.
 
“ Pada bulan Juli terutama, data yang seharusnya di input, karena petugasnya isoman kan berarti macet, baru setelah petugas administrasi selesai isoman, data tersebut mulai di input, jadilah seperti ini seolah olah terjadi peningkatan," ujar dr Rasipin.

 ■ Makroni